Logo

SSL CHECKER

( CMLABS TOOLS )

Cek SSL di Website Anda

Memasang sertifikat SSL bisa menjadi kesulitan tersendiri bagi pengembang. Anda tidak hanya ditugaskan untuk mendapatkan jenis sertifikat yang benar, tantangannya datang ketika Anda harus menerbitkannya, menginstalnya dan kemudian mengonfigurasi server web Anda dengan benar dan melakukan migrasi seluruh situs web Anda ke HTTPS.

Anda dapat meringankan beban ini dan meminta seorang yang ahli untuk menangani pemasangan sertifikat SSL. Tetapi jika Anda merasa sangat suka tantangan dan ingin mencoba instalasi dan konfigurasi sendiri, kami siap membantu Anda.

SSL Checker Tool CMLABS

SSL Checker Tool dari CMLABS dapat memverifikasi untuk mengecek apakah Sertifikat SSL di server web Anda dipasang dengan benar dan tepercaya. Pemeriksa SSL akan menampilkan nama yang umum, jenis server, penerbit, validitas, rantai sertifikat, bersama dengan detail sertifikat tambahan.

Dengan hanya memasukkan nama host atau alamat IP server Anda di kotak dibawah ini dan mengklik "Periksa", Anda dapat langsung melihat detail yang berkaitan dengan Sertifikat SSL Anda.

Pentingnya Sertifikat SSL pada Website Anda

Memiliki sertifikat SSL merupakan salah satu hal yang penting bagi sebuah website. Dengan memiliki sertifikat maka website tersebut dapat dipastikan aman dari hacker yang ingin mencuri data penting website.

Google akan memberi label “not secure” pada website yang tidak dilengkapi dengan sertifikat dan dapat dikenai sanksi pinalti. User juga perlu waspada saat memasukkan data pribadi ke dalam website yang tidak memiliki ikon gembok pada bagian alamat websitenya.

Ikon gembok merupakan salah satu penanda yang paling mudah untuk dijadikan acuan apakah website tersebut sudah bersertifikat atau belum. Jika ingin lebih yakin anda dapat melakukan pengecekan Sertifikat SSL pada tools yang telah disediakan secara online salah satunya yaitu SSL Checker Tool milik CMLABS

Penggunaan SSL pada suatu website memiliki beberapa keuntungan yang dapat meningkatkan kualitas website. Berikut adalah beberapa poin penting penggunaan Sertifikat SSL pada sebuah website :

  1. Dapat Digunakan Sebagai Penegas Identitas Website

    Pencurian data website ataupun kejahatan cyber crimes yang banyak menyerang data pada situs website terkadang membuat user ragu apakah data yang telah mereka inputkan pada website terjamin keamanannya atau tidak.

    Penggunaan Sertifikat SSL pada website dapat memberikan autentikasi pada suatu situs web tersebut sehingga memiliki reputasi yang baik di mata user serta dapat meminimalisir kekhawatiran user terhadap data pribadi yang telah mereka inputkan pada situs web.

  2. Memaksimalkan peringkat website di SERP

    Google telah menetapkan website dengan SSL Certificate lebih diutamakan dalam pemeringkatan mesin pencarian. Sejak adanya ketentuan tersebut, mayoritas website mulai beralih dari HTTP menjadi HTTPS. Menurut para ahli SEO, banyak yang belum mengetahui bahwa HTTPS memiliki peran besar terhadap peringkat website pada mesin pencarian.

    Google dapat memberikan sanksi penalti terhadap situs web yang tidak bersertifikat sehingga peringkat situs web pada SERP akan menurun. Selain berpotensi menaikkan peringkat pada mesin pencarian, website bersertifikat dinilai jauh lebih aman dari berbagai bentuk kejahatan online atau cyber crimes yang kian marak terjadi

  3. Menjamin Keamanan Data Website

    Penggunaan SSL Certificate sangat penting dalam menjamin tingkat keamanan data yang ada pada website. Apabila sebuah situs web menggunakan email, password, ataupun informasi penting lain untuk akses masuk, maka dibutuhkan penggunaan SSL pada web tersebut.

    Apabila website tidak dilengkapi dengan sertifikat, maka data yang terdapat di dalamnya akan mudah diretas. Adanya SSL Certificate juga dapat membuat user lebih yakin bahwa data yang diinputkan pada suatu website akan terjamin keamanannya.

Cara Kerja Sertifikat SSL pada Website

SSL bekerja dengan cara melakukan enkripsi pada data melalui proses yang sangat cepat dengan hitungan per millisecond. Jika disederhanakan Sertifikat SSL bekerja untuk mengamankan proses pertukaran data antara satu server dengan server lain serta proses pengiriman data yang terjadi antara web server dan klien atau web browser.

SSL bekerja menggunakan 2 metode dasar sebagai deskripsi serta enkripsi dari proses transportasi data. Metode dasar tersebut adalah :

  1. Public Key

    Public Key Cryptography atau bisa disebut dengan kunci kriptografi asimetris merupakan metode yang melakukan enkripsi dan juga deskripsi data menggunakan media dua kunci berpasangan. Dalam metode kriptografi asimetris, data yang telah dikirimkan menggunakan private key hanya akan terbuka apabila menggunakan public key, sehingga pada metode ini proses pengamanan data memerlukan dua buah kunci yang terhubung.

  2. Private Key

    Private Key Cryptography atau juga bisa disebut sebagai kunci kriptografi simetris merupakan metode kerja SSL yang melakukan enkripsi data cukup dengan satu private key saja. Apabila ingin membuka enkripsi data, pihak pengirim dan penerima harus mengetahui kunci pembukanya.

Apabila dilihat secara garis besar, Sertifikat SSL bekerja menggunakan 3 tahapan penting yang harus dilalui. Tahapan kerja Sertifikat SSL antara lain :

  1. Handshake Protocol

    Proses kerja SSL selalu diawali oleh tahap Handshake Protocol. Dalam tahapan ini terjadi proses negosiasi algoritma enkripsi serta proses otentikasi server. Tahap Handshake protocol biasanya akan menggunakan private key atau kriptografi simetris untuk melakukan enkripsi data. Handshake Protocol juga merupakan tahap dimana client akan menembakkan koneksi pertama kepada server dengan cara mengakses situs web dan juga melakukan request koneksi SSL.

  2. Record Protocol

    Record Protocol merupakan tahap kerja dimana proses enkripsi data berlangsung. Record Protocol juga disebut sebagai protokol catatan karena protokol ini akan menyimpan segala jenis, versi serta panjang dari data yang telah dikirimkan. Selain itu Record Protocol juga menyediakan digital signature serta rekaman message digest (MD) yang berkaitan dengan keamanan data. Proses validasi antara client dan juga server terjadi pada tahap ini.

  3. Alert Protocol

    Pada tahap ini SSL akan melakukan filter atau menyaring data yang telah dikirim oleh client. Protokol ini akan menyeleksi data dari client yang dinilai mencurigakan atau tidak sesuai standar. Apabila terjadi kesalahan saat proses transmisi data maka server secara otomatis akan mengirimkan pesan peringatan error. Tanda yang dapat dikeluarkan oleh server biasanya terbagi menjadi 3 jenis yakni tanda peringatan, kritis, dan yang terakhir tanda peringatan fatal.

Jenis Sertifikat SSL Website

Pemilihan Sertifikat SSL tidak boleh dilakukan secara asal, diperlukan pertimbangan matang berdasarkan hasil analisa terkait kebutuhan website hingga anggaran dana yang dikeluarkan. Mempertimbangakn Jenis sertifikast SSL yang akan dipilih sebelum membelinya.

Sebaiknya Sertifikat SSL dipilih sesuai kebutuhan inti dari masing - masing web. Sertifikat terbagi menjadi dua jenis yang dapat dipilih yaitu Sertifikat berdasarkan proses validasi dan juga sertifikat berdasarkan jumlah domain.

  1. Sertifikat SSL menurut proses validasinya

    Memilih sertifikat harus disesuaikan dengan kebutuhan website. Anda harus benar - benar memahami tujuan atau target penggunaan website sebelum memutuskan memilih salah satu jenis sertifikat. Hal tersebut perlu dilakukan karena SSL sangat berpengaruh terhadap proses otentikasi serta enkripsi website. Berikut merupakan penjelasan tentang jenis sertifikat sesuai dengan proses validasi :

    1. Extended Validation (EV)

      Merupakan jenis sertifikat SSL yang memiliki tingkat enkripsi paling tinggi. Penggunaan Extended Validation disarankan untuk situs web dengan aktivitas transmisi data bersifat sensitif yang memerlukan tingkat kredibilitas lebih seperti pembayaran online yang memerlukan banyak data rahasia milik user.

      Fitur yang dihadirkan oleh Extended Validation berupa green address bar disertai nama perusahaan sehingga membuat situs web terkesan lebih berkelas. Namun ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi apabila sebuah website ingin memiliki Extended Validation Certificate

    2. Organization Validation (OV)

      Merupakan sertifikat SSL dengan tingkat enkripsi sedang. Sertifikat jenis ini sangat tepat digunakan oleh website yang bersifat publik seperti website instansi pemerintahan, dan juga website yang melakukan transmisi data sensitif secara sederhana seperti menginputkan email, username, dan password.

      Sertifikat dengan jenis OV juga akan melindungi data sensitif milik user selama proses transmisi data berlangsung

    3. Domain Validation (DV)

      Merupakan sertifikat SSL dasar dengan tingkat enkripsi paling rendah. Sertifikat jenis Domain Validation disarankan untuk pemilik blog atau web informasi yang tidak memerlukan proses transmisi data bersifat sensitif karena tingkat keamananya cenderung rendah.

      Untuk mendapatkan sertifikat ini sangatlah mudah, proses validasinya hanya memerlukan alamat email domain.

  2. Sertifikat SSL menurut jumlah domain yang dapat dilindungi

    Pemilihan Sertifikat SSL juga harus mempertimbangkan jumlah domain dan juga subdomain yang akan dilindungi sehingga dengan pemilihan sertifikat dengan tepat diharap dapat meminimalisir budget pengeluaran. Berikut penjelasan tentang jenis sertifikat SSL yang dapat dipilih berdasarkan domainnya :

    1. SSL Multi-Domain

      Merupakan jenis sertifikat yang banyak dicari karena dapat meminimalisir pengeluaran biaya. Jenis SSL Multi-Domain akan memberikan pemananan beberapa domain dan subdomain yang berbeda dalam satu hosting.

      Salah satu fitur yang didapatkan dari penggunaan SSL Multi-Domain adalah memiliki akses untuk menambahkan, menghapus, dan juga mengubah Subject Alternative Name (SAN) sesuai dengan kebutuhan website tersebut.

    2. SSL Wildcard

      Merupakan jenis sertifikat yang dapat melindungi satu domain utama serta melindungi unlimited sub domain. Sertifikat SSL Wildcard sangat cocok digunakan oleh website yang memiliki banyak sub domain.

      Penggunaan sertifikat ini dirasa lebih efektif dan juga dapat menghemat biaya administrasi karena tidak perlu membeli sertifikat untuk domain tunggal secara terpisah. Apabila sebuah website memiliki sertifikat Wildcard, maka sub domain di dalamnya juga akan otomatis terlindungi oleh SSL tersebut.

    3. SSL Single Domain

      Merupakan jenis sertifikat yang hanya dapat digunakan untuk melindungi satu domain atau satu subdomain saja. Apabila menggunakan SSL Single Domain maka anda harus memilih untuk memberi perlindungan kepada domain utama atau subdomain.

      Sebagai contoh sederhana apabila website aku.com menggunakan sertifikat Single Domain dan memilih melindungi domain utama, maka website subdomain blog.aku.com tidak akan terlindungi. Begitu juga sebaliknya apabila memilih melindungi sub domain maka domain utama aku.com tidak akan terlindungi.